Rembug Paripurna KTNA Sulbar Jadi Momentum Perkuat Modernisasi dan Regenerasi Petani
MAMUJU-Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan pembukaan Rembug Paripurna KTNA Sulbar yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan, termasuk Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat (31/8). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas TPHP Sulawesi Barat mengajak seluruh anggota KTNA untuk bersama-sama menyusun rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan dalam perencanaan APBD Tahun Anggaran 2027. Rekomendasi tersebut diharapkan benar-benar berasal dari kebutuhan di lapangan sehingga program pembangunan pertanian dan perikanan dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi petani dan nelayan.
Selain perencanaan pembangunan, regenerasi petani juga menjadi salah satu perhatian yang disampaikan. Generasi muda didorong untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan, sejalan dengan upaya menghadirkan pertanian yang lebih modern dan menarik bagi generasi muda melalui pendekatan “Pertanian Go to Sekolah dan Kampus (SDK).
Selain itu, Kepala Dinas TPHP Sulbar juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan petani masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dalam hal ini, KTNA memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memahami berbagai program pemerintah, baik pusat maupun daerah, sekaligus membantu mengidentifikasi petani dan nelayan di lapangan yang sesuai dengan kriteria dan siap menerima dukungan program maupun bantuan pemerintah.
Sejalan dengan tema rembug paripurna yaitu Modernisasi Pertanian Untuk Sulbar Maju dan sejahtera, modernisasi pertanian menjadi salah satu bagian penting yang dibahas. BRMP Sulawesi Barat memiliki peran dalam penerapan dan diseminasi teknologi pertanian modern kepada petani. Pengenalan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) juga disampaikan pada kesempatan tersebut. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi budidaya, serta daya saing usaha pertanian di Sulawesi Barat.
Kehadiran BRMP Sulbar dalam Rembug Paripurna KTNA juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah, organisasi petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui forum seperti ini, teknologi dan inovasi pertanian yang telah dikembangkan maupun diterapkan dapat terus didorong agar lebih sesuai dengan kebutuhan petani dan dapat diadopsi secara luas di lapangan.
Rembug Paripurna KTNA Sulawesi Barat ini tidak hanya menjadi forum untuk menyampaikan aspirasi dan menyusun rekomendasi pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan organisasi KTNA. Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemilihan Ketua KTNA Provinsi Sulawesi Barat periode 2026–2031. Melalui forum ini diharapkan terpilih kepemimpinan KTNA yang mampu memperkuat koordinasi, memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan, serta membangun sinergi yang semakin erat dengan pemerintah dalam mewujudkan pertanian Sulawesi Barat yang maju, modern, dan berdaya saing.(NT)